SERIE A 2021/2022: INTER DAPAT BINTANG KEDUA?
Benvenuto!
Akhirnya Liga Italia Serie A musim 2021/2022 akan segera dimulai! Ketika liga eropa lain sudah berjalan, Serie A baru saja akan memulai laga pertama di weekend ini. Wait, emangnya masih ada yang nungguin dan nonton Serie A? Hmm, yang bertanya kayak gitu mungkin lupa kalo juara Euro 2020 adalah Italia, yang sebagian pemainnya berkompetisi di Serie A kali ya. Pastinya masih menarik ditonton lah!
Ada beberapa perubahan di musim
baru, khususnya pergantian di kursi manajerial tim yang membuat persaingan
sepertinya akan berjalan menarik. Mourinho comeback, namun sekarang menetap di
Ibukota. Allegri balik ke Juventus, Sarri mencoba peruntungan di Lazio,
sedangkan Simone Inzaghi memulai petualangan baru bersama sang juara bertahan.
Kira-kira musim ini akan berjalan seperti apa ya? Bisakah Inter Milan
mempertahankan scudetto dan meraih bintang kedua (yang menandakan sudah 20x
juara)? Atau Juventus akan merebut kembali singgasana Italia yang sebelumnya
dikuasai selama 9 musim beruntun? Masih bisakah Mourinho memberikan daya
magisnya di Italia? Gw akan coba membahas sedikit mengenai peluang beberapa
klub yang berpotensi meraih scudetto. Dari 20 klub yang ada, gw mencoba
membahas 7 klub yang punya potensi besar menjadi kandidat peraih scudetto.
Ketujuh klub tersebut adalah Inter Milan, Juventus, AC Milan, AS Roma, Lazio,
Napoli, dan Atalanta.
1. INTER
MILAN
![]() |
| sumber: sportstars.id |
Musim lalu Inter berhasil meraih scudetto dan merusak dominasi Juventus yang sudah berkuasa 9 musim beruntun. Namun scudetto tidak membuat situasi dalam tubuh Inter berjalan baik. Krisis finansial yang dialami Suning Group, pemilik Inter, berimbas pada ketidakpercayaan akan proyek Inter ke depannya. Conte pergi dua hari setelah merayakan scudetto, lalu disusul dua pemain kunci yang hengkang yaitu Achraf Hakimi (ke PSG) dan Romelu Lukaku (ke Chelsea). Kepergian tiga orang tersebut buat tifosi Inter sedikit ragu dengan peluang mempertahankan scudetto musim ini. Tapi tenang, karena pengganti yang didapat sejauh ini bisa dibilang cukup sepadan. Simone Inzaghi ditunjuk menjadi pengganti Conte. Prestasinya di Lazio terbilang cukup baik (1 Coppa Italia dan 2 Supercoppa Italia). Apalagi taktik yang digunakan tidak jauh berbeda dengan Conte yaitu 3-5-2. Artinya skuad Inter tidak perlu beradaptasi dari awal lagi mengenai taktik, mereka sudah sangat paham dengan formasi 3-5-2.
![]() |
| sumber: bola.net |
Masuknya Hakan Calhanoglu untuk melapisi kekosongan yang ditinggalkan Eriksen sementara waktu ini membuat lini tengah Inter semakin bertenaga, apalagi jika Sensi bisa selalu dalam kondisi fit. Edin Dzeko yang baru didatangkan dari AS Roma diplot sebagai pengganti Lukaku, dimana pengalaman akan membantunya bisa cepat beradaptasi. Denzel Dumfries yang diplot sebagai pengganti Hakimi layak dinantikan kiprahnya, mengingat penampilan gemilangnya di Euro 2020 bersama timnas Belanda. Sisanya Inter tidak mengalami perubahan. Lini belakang tetap kokoh dikawal trio Skriniar-De Vrij-Bastoni. Barella dan Brozovic tetap jadi nyawa di lini tengah. Untuk sayap kiri, sebaiknya Inzaghi memasang Dimarco alih-alih Perisic. Dan tentunya sambil berharap agar Lautaro Martinez bertahan, sehingga bisa berduet dengan Dzeko. Belum lagi rumor jika Duvan Zapata atau Joaquin Correa ke Inter, maka gw merasa impian Interisti untuk melihat scudetto ke-20 serta bintang kedua masih bisa terwujud. Inter masih akan bersaing di jalur juara. Satu kekhawatiran yang mungkin menghinggapi gw adalah apakah Inzaghi bisa konsisten bermain baik selama satu musim penuh. Kompetisi liga ibarat maraton, kuncinya adalah konsistensi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Hal ini yang belum bisa dilihat dari diri Inzaghi ketika menangani Lazio. Gw masih ingat dua musim lalu Lazio punya peluang besar meraih scudetto namun memasuki paruh akhir liga mereka kehabisan gas. Semoga Inzaghi bisa konsisten dan bisa membagi fokus dengan baik antara Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.
2. JUVENTUS
![]() |
| sumber: juventus.com |
Kembalinya
Allegri tentu menjadi suatu hal yang menggembirakan bagi tifosi Juve. Pirlo
masih terlalu hijau. Bukan berarti jelek, namun melatih klub sebesar Juventus
pastinya punya beban besar, apalagi ada sosok megabintang Cristiano Ronaldo.
Ronaldo juga yang bisa disebut sebagai penyebab mundurnya prestasi Juve
belakangan. Ketika main, permainan Juve seringkali fokus serangannya ditujukan
ke Ronaldo. Padahal Juve masih punya pemain lain seperti Dybala atau Chiesa
yang bisa berperan jadi bintang utama. Oh ya, bursa transfer belum resmi
ditutup dan masih ada kemungkinan Ronaldo berpisah dengan Juve. Jika Ronaldo
pergi, gw malah merasa Juventus bisa lebih berbahaya nantinya. Titik serang
bisa bertumpu kepada Dybala dan Chiesa. Kedua pemain ini bisa dibilang sebagai
pemain terbaik Juve selama dua musim terakhir, namun tertutup oleh
bayang-bayang Ronaldo. Akan menarik menunggu taktik Allegri dengan atau tanpa
Ronaldo. Jika Ronaldo bertahan, apakah Allegri memusatkan permainan ke Ronaldo?
Atau mungkin Allegri “berani” mencadangkan Ronaldo demi kebutuhan taktik?
Apapun, Juventus di tangan Allegri pasti akan berbahaya, apalagi lini tengah
Juve sudah dilengkapi Manuel Locatelli yang bermain baik selama Euro 2020
kemarin.
3. AC
MILAN
![]() |
| sumber: sports.sindonews.com |
Banyak klub lain
berganti pelatih, namun Milan tetap setia dengan Pioli. Namun skuad Milan
banyak ditinggal pemain kunci. Kepergian Donnaruma dan Hakan Calhanoglu buat
kekuatan Milan berkurang. Namun Milan bergerak cepat menutup lubang yang
ditinggalkan Donnaruma dengan mendatangkan Maignan dari Lille. Musim lalu
Maignan berhasil membawa Lille juara Ligue 1 dengan hanya kebobolan 23 gol.
Selain itu Milan juga berhasil menambah kekuatan di lini depannya dengan
mendatangkan Olivier Giroud. Dua gol langsung dicetak Giroud pada pertandingan
ujicoba terakhir melawan Panathinaikos. Franck Kessie kemungkinan masih jadi
nyawa di lini tengah Milan, sambil berharap Brahim Diaz bisa kembali bermain
baik seperti musim lalu. Namun sepertinya Milan akan keluar dari 4 besar di
musim ini, mengingat Milan harus membagi fokus ke Liga Champions dan Coppa Italia juga.
4. AS
ROMA
![]() |
| sumber: talksport.com |
Masuknya
Mourinho tentu menjadi daya tarik utama Roma musim ini. Dibalik segala
kontroversinya, Mou merupakan salah satu manajer ternama di Eropa yang sudah
meraih banyak gelar. Kehadiran Mou bisa menambah mental juara dalam tim. Skuad
Roma juga banyak berubah, mereka cukup aktif di bursa transfer musim ini.
Beberapa nama didatangkan seperti kiper Rui Patricio dari Wolverhampton, Eldor
Shomurodov dari Genoa, hingga Tammy Abraham dari Chelsea. Lini belakang ada
Mancini dan Kumbulla, juga Smalling. Agak disayangkan Spinazzola yang harus
cedera, sehingga wingback kiri Roma agak berkurang kualitasnya. Roma
mendatangkan Matias Vina sebagai pengganti Spinazzola untuk sementara. Lini
tengah Roma termasuk punya kekuatan yang bagus di Serie A musim ini. Cristante,
Veretout, Pellegrini, hingga Mkhitaryan. Kemudian ada NICOLO ZANIOLO yang sudah
pulih dari cedera. Anak muda satu ini punya daya magis dalam permainannya, dan
gw merasa dia bisa menampilkan kemampuan terbaiknya di Serie A musim ini
(tentunya sambil berharap cederanya tidak kambuh). Pos striker kehilangan
Dzeko, tapi ada Shomurodov yang bermain cukup baik musim lalu bersama Genoa dan
juga Tammy Abraham yang ditunggu-tunggu penampilannya. Roma bisa menjadi salah
satu kandidat juara terbesar. Mungkin faktor kebugaran atau cedera lah yang
bisa merusak harapan Romanisti untuk bisa melihat Serigala Ibukota berjaya
kembali di Serie A.
5. SS
LAZIO
![]() |
| sumber: twitter.com |
Salah satu klub yang melakukan pergantian pelatih menuju musim baru adalah Lazio. Inzaghi menuju Inter, dan Lazio merekrut Maurizio Sarri, pelatih yang memberikan trofi untuk Juventus dan Chelsea. Menarik melihat kembalinya Sarri di Liga Italia. Skuad Lazio musim ini juga tidak jauh berbeda, malahan Lazio menambah kekuatannya dengan hadirnya Elseid Hysaj dan kembalinya Felipe Anderson, juga merekrut Pedro dari tetangga sebelah. Akan tetapi Lazio belum bisa sepenuhnya yakin karena bursa transfer belum berakhir. Sama seperti Inter, Lazio juga mengalami kesulitan finansial yang mengakibatkan Claudio Lotito mungkin akan menjual Joaquin Correa ke Inter Milan. Jika tidak ada konflik di internal tim (seperti konflik pemilik dengan pelatih), Lazio bisa bersaing untuk 4 besar di musim ini.
6. NAPOLI
![]() |
| sumber: viva.co.id |
Napoli tidak mengalami banyak perubahan berarti. Mungkin hanya masuknya Spaletti yang dapat merubah permainan Napoli. Tanpa mengurangi rasa hormat, Spaletti gw rasa belum mampu untuk membawa Napoli bersaing di jalur juara, bahkan 4 besar juga cukup sulit. Apalagi rumor bahwa kapten Lorenzo Insigne diisukan akan meninggalkan klub. Tentu akan menjadi kehilangan besar bagi Napoli jika Insigne pergi. Gw tidak melihat bahwa skuad Napoli saat ini merupakan skuad yang siap untuk bersaing di jalur juara. Napoli sepertinya bisa saja kehabisan bensin di pertengahan musim.
7. ATALANTA
![]() |
| sumber: forzaitalianfootball.com |
Beberapa musim
terakhir Atalanta sudah berubah dari tim kuda hitam menjadi salah satu tim yang
layak diperhitungkan dalam perburuan gelar. Sudah tiga musim beruntun berhasil
lolos Liga Champions membuktikan bahwa Atalanta tidak bisa dipandang remeh
lagi. Beberapa pemainnya menunjukkan permainan yang bagus selama Euro 2020,
seperti Robin Gosens bersama Jerman, Joakim Maehle bersama timnas Denmark, atau
Matteo Pessina bersama Italia. Meski harus kehilangan sosok penting seperti
Papu Gomez dan Cristian Romero, Atalanta berhasil mendatangkan Juan Musso dari
Udinese untuk menjaga gawang Atalanta, serta Merih Demiral di posisi bek. Masih
ada Gosens, De Roon, Toloi, Malinovskyi, juga Josip Ilicic dan duet
Zapata-Muriel untuk mengacak-acak pertahanan lawan. Tidak bisa diragukan bahwa
Atalanta menjadi kandidat kuat untuk merengkuh scudetto. Apakah musim ini
mereka berhasil meraihnya?
Oke setelah bahas ketujuh klub diatas, terus prediksi lo apa Bil? Siapa favorit lo di Serie A musim ini?
![]() |
| sumber: goal.com |
Berikut prediksi sotoy ala-ala
versi gw buat Serie A musim depan:
1. AS
Roma
2. Juventus
3. Inter
Milan
4. Atalanta
5. AC
Milan
6. Lazio
7. Napoli
Jangan lupakan juga 13 klub
lainnya yang bisa selalu memberikan kejutan bagi tujuh klub diatas. Masih ada Fiorentina,
Sassuolo, Hellas Verona, Sampdoria, Genoa, Cagliari, Bologna, Udinese, Torino,
Spezia, Venezia, Salernitana, Empoli. Biasanya dari klub-klub inilah yang bisa
menjadi kunci perebutan gelar. Menarik juga menunggu nama-nama seperti Dusan
Vlahovic, Joao Pedro, Mikkel Damsgaard, atau Domenico Berardi untuk memberikan ‘kejutan’
di Serie A musim ini.
Selamat menikmati Serie A
2021/2022! FORZA!
N.B: Akhir-akhir ini kalau bikin prediksi gw sering salah. Semoga prediksi juara yang gw bikin diatas juga salah yaa :)









Hi kak, aku ada niatan mau adopt anjing kakak. barusan cari adopt anjing ditwitter. semoga dibaca ya kak. btw aku udah follow twitter kakak user name aku firdarizy
BalasHapus