TOP 5 BEST WOMEN’S WRESTLER IN 2016

Okk.. Setelah membahas 10 wrestler laki-laki WWE terbaik di tahun 2016, sekarang saatnya buat wrestler wanita terbaik. Yaa, tahun ini WWE melakukan perubahan yang cukup signifikan untuk women’s division. Tagline Women’s Revolution senantiasa dikumandangkan WWE di setiap programnya, baik RAW maupun SmackDown. Hal ini dibuktikan di WrestleMania 32, dimana gelar Divas Champion diganti dengan Women’s Championship. Hal lain yang menunjukkan Women’s Revolution yaitu dengan digantinya istilah “Diva” untuk menyebut para pegulat wanita di WWE, sekarang seluruh pegulat di WWE disebut “WWE Superstar”, baik pria maupun wanita. Dan di tahun ini kejayaan para wanita berpuncak dimana Sasha Banks vs Charlotte bertanding di dalam Hell in a Cell Match pertama kalinya dalam sejarah dan menjadi Main Event di PPV Hell in a Cell (merupakan pertama kalinya match di divisi wanita menjadi Main Event di PPV WWE). Pegulat wanita banyak dikasih waktu dan kesempatan untuk menunjukkan dirinya. Ada hal yang ingin diubah yaitu anggapan bahwa pegulat wanita hanya sebagai pemanis dan “tempat cuci mata” bagi para pria. Women’s division di-push besar-besaran tahun ini. Dan di bawah ini adalah lima wrestler wanita yang banyak memberikan kontribusi untuk Women’s Revolution di WWE tahun ini. Mereka adalah para wanita yang sudah bekerja keras selama satu tahun ini, membuktikan bahwa wanita juga bisa menghasilkan pertandingan yang sama bagusnya dengan para pria.
*Yang dimasukkan ke dalam list adalah wrestler wanita WWE yang tampil di main roster. Para wrestler di NXT tidak dimasukkan ke dalam list karena di tahun 2016 hampir tidak pernah menonton NXT. Jadi bagi yang berharap ada nama Asuka, I’m sorry guys L*

5.       Alexa Bliss


                Tahun ini merupakan debut Alexa di main roster. Kecil, lincah, dan menakutkan. Dia dipilih untuk masuk Team SmackDown saat draft yang dilakukan di bulan Juli. Sejak itu namanya langsung meroket. Dia merupakan heel terbaik yang ada di SmackDown. Gagal merebut gelar SmackDown Women’s Championship di WWE Backlash, Alexa berhasil menjadi #1 contender untuk merebut gelar itu dari Becky Lynch. Gagal merebutnya di WWE No Mercy akibat Becky yang tidak bisa tampil karena masalah kesehatan, Alexa akhirnya berhasil meraih SmackDown Women’s Championship di WWE TLC, dalam Tables Match melawan juara bertahan Becky Lynch. Yup, a little bitch runs the division! Suatu prestasi yang luar biasa bagi seorang Alexa Bliss. Saat ini dia masih sebagai SmackDown Women’s Champion.


4.       Bayley


                Salah satu anggota The Four Horsewomen. Bayley adalah salah satu wrestler wanita favorit dari WWE Universe (sebutan WWE bagi para fansnya). Masa ‘belajar’ di NXT dilalui dengan sangat baik. Kemampuan sebagai wrestler sangat berkembang. Tahun lalu pertandingannya vs Sasha Banks sangat amat bersejarah (menjadi Match of the Year tahun 2015 versi Wrestling Observer Newsletter). Sejak feud dengan Sasha itu namanya menjadi terkenal. Banyak yang berharap dia segera melakukan debut di main roster mengingat prestasinya yang cemerlang di NXT. Namun Bayley baru muncul sebagai surprise partner Sasha Banks di WWE Battleground untuk melawan Charlotte Flair dan Dana Brooke. Namun dia hanya muncul di malam itu saja. Bayley tidak pernah menunjukkan diri di RAW ataupun SmackDown, bahkan namanya tidak masuk draft pick. Namun penantian itu berakhir di bulan September, ketika Bayley muncul di RAW menjadi surprise untuk menantang Charlotte Flair. Bayley bersama Sasha Banks menantang Charlotte Flair untuk merebut RAW Women’s Championship di WWE Clash of Champions. Namun perjalanan Bayley di perebutan titel hanya sampai situ di tahun 2016. Minggu-minggu berikutnya di RAW hanya dilalui Bayley dengan bertanding melawan local wrestler dalam squash match. Feudnya dengan Dana Brooke juga tidak terlalu menarik. Di WWE Survivor Series menjadi ‘survivor’ bersama dengan Charlotte Flair (kemudian Charlotte Flair menghajarnya habis-habisan, mengindikasikan storyline-nya berlanjut ke perebutan gelar), namun Bayley tetap saja belum dapat kesempatan meraih title shot lagi. Semoga tahun depan dirinya bisa dapat title shot kemudian meraih gelar J


3.       Becky Lynch


                Anggota The Four Horsewomen kembali masuk daftar. “The Irish Lass Kicker”, begitu julukannya. Becky Lynch melakukan debut tahun lalu bersama Charlotte Flair dan Sasha Banks. Sempat mendapat title shot di bulan Januari, namun harus kalah dari Charlotte Flair. Kemudian Becky melakukan debutnya di WrestleMania 32 melawan Sasha Banks dan Charlotte Flair dalam Triple Threat Match memperebutkan gelar WWE Women’s Championship yang baru diperkenalkan (menggantikan WWE Divas Championship sebelumnya). Pertandingan itu dipuji sebagai salah satu match terbaik di WM 32 dan ketiga wrestler wanita itu mampu ‘steal the show’. Charlotte Flair kembali menang di pertandingan itu. Sejak itu Becky hilang dari peredaran memperebutkan gelar, memulai feud dengan Emma. Namun cederanya Emma membuat storyline keduanya tidak berlanjut. Peruntungan Becky berubah kembalinya Brand Extension dan dirinya dipilih masuk Team SmackDown. Comissioner Shane McMahon dan GM SmackDown Daniel Bryan memutuskan untuk membuat gelar baru untuk women’s division mengingat gelar WWE Women’s Championship menjadi eksklusif untuk RAW (kemudian namanya berubah menjadi RAW Women’s Championship). Gelar itu diperebutkan oleh semua keenam wrestler wanita yang ada di SmackDown. Di WWE Backlash keenam orang itu bertarung untuk menjadi SmackDown Women’s Champions pertama kali dalam sejarah. Becky berhasil merebut gelar itu dan menjadi wanita pertama dalam sejarah yang mendapatkan SmackDown Women’s Championship. Namun dirinya tidak mampu mempertahankan gelar itu dalam waktu yang lama. Di WWE TLC dirinya kalah dari Alexa Bliss dalam stipulasi Tables Match, sehingga harus merelakan titel itu berpindah tangan. Namun tetap saja Becky Lynch layak untuk menjadi wrestler wanita terbaik di tahun ini. Semoga tahun depan dirinya tetap berada di jalur perebutan titel dan bisa tampil di WrestleMania 33. Go Becky J


2.       Sasha Banks


                Orang ketiga dari The Four Horsewomen yang masuk daftar. “The Boss” Sasha Banks adalah salah satu pemain penting di balik Women’s Revolution. Sejak pertandingan bersejarahnya dengan Bayley di NXT tahun lalu, banyak yang berharap lebih dengan divisi ini. Debut bersama Becky dan Charlotte tahun lalu, Sasha sempat cedera yang membuatnya absen dan baru muncul untuk menantang Charlotte di WrestleMania 32 bersama Becky dalam Triple Threat Match. Kemudian dirnya kembali cedera dan baru return di bulan Juli, menantang Charlotte lagi. Di bulan Juli juga diadakan draft setelah brand extension kembali, dirinya masuk Team RAW. Monday Night RAW pertama pasca draft, dirinya mendapat kembali pertandingan memperebutkan gelar melawan Charlotte. And she won! Dia berhasil meraih gelar pertamanya sejak debut di main roster. Feud dengan Charlotte berlanjut setelah Charlotte meminta rematch. WWE SummerSlam menjadi tempat selanjutnya kedua wrestler ini bertanding. Di luar dugaan Sasha kalah di SummerSlam, dan sempat menderita cedera setelah pertandingan. Sasha memang senantiasa bertanding dengan risiko yang tinggi. Banyak gerakan-gerakan yang dibuat sangat amat berisiko buat dirinya sendiri. Akhirnya GM RAW Mick Foley ‘merekrut’ Bayley dari NXT untuk masuk Team RAW dan menantang Charlotte. Namun di luar dugaan Sasha kembali dan mengatakan dirinya juga ingin masuk ke dalam pertandingan Charlotte v Bayley di WWE Clash of Champions. Hal ini menjadikan Triple Threat Match. Charlotte berhasil mempertahankan gelarnya. Namun Sasha belum puas dan meminta Charlotte bertanding lagi one-on-one. Monday Night RAW kembali Sasha berhasil mengalahkan Charlotte dan menjadi RAW Women’s Championship untuk kedua kalinya. Akhirnya Charlotte kembali meminta rematch di WWE Hell in a Cell, dalam stipulasi Hell in a Cell Match. Ini membuat kedua wrestler ini membuat sejarah karena menjadi wanita pertama yang bertanding dalam stipulasi Hell in a Cell Match. Match ini sekaligus menjadi main event WWE Hell in a Cell (pertama kalinya pertandingan di divisi wanita menjadi main event di WWE PPV). WWE Hell in a Cell dilangsungkan di Boston, kampung halaman “The Boss”. Banyak yang berharap Sasha menang sekaligus mengakhiri feud dengan Charlotte. Namun di luar dugaan (kembali) Charlotte mengalahkan Sasha untuk menjadi RAW Women’s Championship untuk ketiga kalinya. Sasha kembali mengajukan rematch di Monday Night RAW, dan GM RAW Mick Foley menyetujuinya dengan menambahkan stipulasi Falls Count Anywhere. Di sini kembali Sasha berhasil menang, menyamai capaian Charlotte menjadi RAW Women’s Championship untuk ketiga kalinya. Charlotte kembali mengajukan rematch di WWE Roadblock: End of the Line dengan stipulasi 30 Minute Iron Man Match. Dan (lagi lagi dan lagi -__-) Sasha kalah di PPV.. So sad L Keep fighting Bo$$ ! J


1.        Charlotte Flair


Anggota The Four Horsewomen terakhir yang masuk daftar. Tidak bisa dibantah bahwa divisi wanita di WWE saat ini memang dikuasai oleh keempat orang ini (Charlotte,Sasha,Becky, dan Bayley). Mereka di-push besar-besaran oleh pihak WWE untuk menjadi ‘pemain utama’ di divisi wanita (selain kemampuan mereka yang juga bagus). “The Queen” memang layak untuk menjadi Women’s Wrestler terbaik WWE di tahun ini. Sejak Januari dirinya senantiasa berada di jalur perebutan juara. Charlotte meraih gelar pertamanya di main roster pada September 2015 (waktu itu namanya masih Divas Championship). Sejak itu dirinya terus mempertahankan gelar itu hingga di WrestleMania 32, Divas Championship diganti dengan WWE Women’s Championship. Charlotte berhasil mengalahkan Sasha dan Becky dalam Triple Threat Match untuk menjadi WWE Women’s Champions pertama kalinya dalam sejarah. Kemudian beberapa wrestler wanita menantang dirinya untuk gelar itu, namun semuanya gagal. Selain karena kemampuannya, banyak juga kecurangan yang dibuatnya untuk tetap mempertahankan juaranya, dibantu oleh Ric Flair kemudian oleh Dana Brooke. (peran dia sebagai heel). Sepertinya tidak ada lagi wrestler wanita yang bisa mengalahkannya hingga Sasha Banks kembali dari cederanya,menantang dirinya kembali. Feud dengan Sasha Banks berlanjut hingga akhir tahun 2016, dimana kedua wrestler saling mengalahkan (Sasha di Monday Night RAW, Charlotte di setiap WWE PPV). Terakhir di WWE Roadblock: End of the Line PPV, dirinya kembali menang dalam pertandingan dengan stipulasi 30-Minute Iron Man Match dan membuat dirinya menjadi juara RAW Women’s Championship untuk keempat kalinya. Terlepas dari perannya sebagai heel, yaitu wrestler ‘jahat’ yang tidak disukai penonton dan curang untuk bisa menang, namun Charlotte senantiasa memberikan yang terbaik di setiap match-nya. Gerakan Moonsault-nya beberapa kali menjadi salah satu spot terbaik di Monday Night RAW atau WWE PPV. Charlotte sudah sangat bekerja keras satu tahun ini. Dirinya tidak pernah cedera, selalu berada di top level, dan membuat women’s division menjadi menarik untuk diikuti. Namun saatnya memberikan kesempatan kepada yang lain, karena di roster WWE saat ini masih banyak wrestler wanita yang bagus dan bertalenta, namun masih belum diberikan kesempatan banyak untuk bertarung di perebutan gelar.



Yaa itulah lima wrestler wanita yang menurut gw terbaik di tahun 2016. Mereka sudah bekerja keras satu tahun, setiap minggu muncul di TV Show, kemudian keliling AS dan keliling dunia untuk mengadakan House Show, berusaha memberikan match yang menarik dan terbaik tiap minggunya. Kemungkinan besar tahun depan nama-nama di atas masih akan mendominasi divisi wanita, namun tidak sedominan tahun ini. Seperti yang gw bilang, masih banyak wrestler wanita yang bagus di roster WWE saat ini.  Yang pasti saat ini jangan lagi meremehkan para wrestler wanita, karena mereka pun mampu memberikan pertandingan yang bagus dan menarik. Semoga Women’s Revolution berlanjut di tahun depan, dengan storyline yang lebih menarik dan para wrestlernya berani melakukan gerakan yang lebih ‘gila’ sehingga pertandingan yang dihasilkan juga lebih keren lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini